Tag Archives: taiwan

Apa bisa berkunjung ke Taiwan di tahun 2022?

Seperti yang kita semua ketahui, pandemi sejak tahun 2020 merebak di seluruh dunia sudah menyebabkan lumpuhnya traveling. Taiwan yang sejak awal 2020 mulai menutup pintu masuknya membuat orang luar tidak bisa masuk ke Taiwan.

Taiwan dalam hal ini sangat konsisten sejak pandemi merebak di tahun 2020 sampai sekarang. Orang luar tetap tidak diperbolehkan masuk kecuali yang memegang visa tinggal seperti APRC dan ARC. Intinya, jika ga punya purpose yang jelas di Taiwan, orang asing tidak dapat masuk Taiwan.

Di tahun 2022 ini sudah ad beberapa negara yang melonggarkan aturannya untuk orang yang sudah vaksin penuh untuk berkunjung ataupun melonggarkan aturan untuk pendatang dari negara tertentu. Apakah Taiwan juga melonggarkannya? Sampai blog ini ditulis di bulan Februari 2022, Taiwan belum ada rencana untuk melonggarkan aturan masuknya sehingga yang ingin berkunjung ke Taiwan untuk traveling tentu belum bisa. Ke depannya tentu harus melihat kondisi dunia yg membaik

Gw menulis blog ini karena menerima beberapa pertanyaan dari teman-teman di Indonesia yang ingin mengunjungi Taiwan.

Salam sehat selalu!

Mendapatkan PR (Permanent Resident) Taiwan

Gw dapetin PR Taiwan atau di Taiwan sering disebut APRC (Alien Permanent Resident Certificate / 外僑永久居留證) di tahun 2017 saat gw kerja sebagai Engineer di Taiwan genap 5 tahun.

Apa manfaat PR di Taiwan?

Paling enaknya mungkin bisa resign dari kerjaan sekarang tanpa pusingin harus dapetin kerja terlebih dahulu.

Kalau agak ga ngerti sistem kerja ARC (Alien Resident Certificate / 居留證), gw bakal jelasin dulu ARC. ARC itu sejenis visa ijin tinggal yang dikeluarkan oleh pihak imigrasi karena telah mendapat ijin resmi kerja, kuliah, dll . Kalau ambil contoh kerja, maka company yang mempekerjakan anda akan mengajukan ijin kerja ke dinas buruh (labor bureau / 勞動部) terlebih dahulu. Setelah ijin kerja keluar dari dinas buruh, surat ini akan menjadi pengantar untuk mengajukan visa tinggal atau ARC. Jadi kesimpulannya ARC sangat bergantung dengan ijin kerja. Jika mau resign maka company akan melapor ke dinas buruh tentang pemutusan hubungan kerja antara anda dan company yang secara otomatis dinas buruh juga akan melapor ke pihak imigrasi. Anda hanya bisa tinggal di Taiwan selama 2 minggu sebelum harus keluar dari Taiwan. Anda bisa melapor ke pihak imigrasi untuk memperpanjang masa tinggal di Taiwan untuk mencari pekerjaan baru. Masa perpanjang paling lama 6 bulan.

Dengan APRC tidak perlu memusingkan hal ini soalnya sistem kerja APRC terbalik dengan ARC. Sesudah mendapatkan APRC, anda masih harus mengajukan ijin kerja sendiri ke dinas buruh. Ijin kerja ini berbentuk kartu yang berlaku selama APRC anda masih aktif. Kartu ini perlu diperbarui cuma saat mengganti paspor karena di atas kartu tercantum nomor paspor.

Keuntungan lain dari APRC, untuk pekerja bisa ikut program pensiun. Ini peraturan baru yang mulai berlaku dari 2017. Dulunya yang pegang APRC tidak ada benefit ini. Benefit ini sama dengan orang Taiwan. Company wajib membayar 6% dari gaji anda per bulan untuk dana pensiun anda. Uang ini disetor oleh company tempat anda bekerja ke akun pensiun pribadi anda di dinas buruh. Kalau mau cek bisa ke dinas buruh ataupun online dengan mengajukan pembukaan sistem dengan kartu NHI. Uang pensiun ini cuma bisa ditarik saat anda pensiun di umur 65 tahun dan masih berada di Taiwan atau anda bisa mengambilnya saat akan meninggalkan Taiwan selamanya aka back for good.

APRC ga perlu diperpanjang karena berlaku selamanya selama anda mematuhi peraturan pemegang APRC. APRC perlu diperbarui jika anda mengganti paspor dan mengganti alamat tempat tinggal.

Keuntungan lain yang didapat setelah memegang APRC, tidak ada uang jaminan untuk memakai pasca-bayar sim card. Sebelumnya, jika mau memakai program pasca bayar dari CHT (Chunghwa Telecom 中華電信), sebagai foreigner diwajibkan membayar uang jaminan NTD 3,000. Uang ini akan dikembalikan jika kita sudah tidak akan memakai nomor pasca bayar ini. Jadi, dulu saat masih pegang ARC, gw ada uang jaminan NTD 3,000 di CHT saat mau mulai pakai program pasca bayar (tahun 2012). Tahun 2018 saat mau ganti iPhone di CHT, petugasnya setelah lihat gw pegang APRC (APRC gw dapetnya di pertengahan tahun 2017), dia bilang akan proses pengembalian uang jaminan yang pernah gw setor tahun 2012. Dia bilang, “udah pegang APRC udah hampir sama kaya orang Taiwan ga perlu jaminan lagi” hahahaha

Tetapi jangan mikir abis pegang APRC itu kaya bisa seenaknya tinggal di negara lain atau pulang Indonesia tanpa lihat waktu. APRC juga ada pantangannya. Pemegang APRC harus berada di Taiwan minimal 183 hari per tahun kecuali ada alasan yang diijinkan oleh otoritas imigrasi. Jika tidak memenuhi syarat ini, APRC akan dicabut.

Keuntungan lainnya saat ingin apply kartu kredit di Taiwan juga lebih mudah dari pemegang ARC tetapi tidak berarti semua bank memberi kemudahan karena APRC tetap dianggap foreigner.

Kalau ada yang ingin ditanyakan seputar APRC Taiwan, silahkan tinggalkan komen di bawah.

Status Kuliah di Taiwan

Status warga negara asing yang kuliah di Taiwan ada 2 jenis,

  1. Overseas Chinese Student
  2. International Student

Mayoritas warga negara asing mempunyai status International Student.

Apa perbedaan antara dua status ini?
Perbedaan paling dasar adalah cara pengajuan universitas.
International student langsung mengajukan ke universitas yang dipilih dan melewati ujian sedangkan OCS akan melewati ujian bersama dengan seluruh OCS di angkatan sama untuk memperebutkan kursi OCS yang disediakan setiap universitas.