Setiap negara memiliki bursa sahamnya masing-masing. Tahukah anda jika pasar saham Amerika adalah pasar saham terbesar di dunia?
Diagram di bawah menunjukkan pasar saham Amerika memiliki market share 54.5% dari total pasar saham di dunia. Posisi kedua ditempati Jepang 7.7%, lalu diikuti Inggris, China, Prancis.

Dengan kata lain, hampir dari setengah dari total uang di pasar saham berada di Amerika Serikat. Market share yang besar memiliki keuntungan likuiditas yang tinggi. Pergerakan saham menjadi lebih bergelora yang juga berimbas sahamnya lebih volatil.
Apa saja keuntungan berinvestasi saham di Amerika?
- Pasar saham terbesar di dunia sehingga likuiditas lebih tinggi.
Pergerakan yang lebih gesit lebih memudahkan anda untuk meraup keuntungan. - Perusahaan-perusahaan terbaik dan terbesar di dunia berkumpul di pasar Amerika.
Anda pasti pernah mendengar Starbucks, Mc donalds, KFC, Nike, Microsoft, Apple, Google, Facebook kan? Semuanya perusahaan Amerika sehingga anda lebih bisa merasa dekat dengan perusahaan-perusahaan ini karena sering kita gunakan atau dengar di dalam kehidupan kita sehari-hari. Ini memudahkan kita mengenal sebuah perusahaan sebelum menjadi investornya. - Memiliki track record yang bisa dijadikan acuan.
Saham Amerika sudah ada sejak 1817. Anda bisa melihat track record saham Amerika 100 tahun terakhir. Ini memudahkan kita untuk menganalisa market dari pergerakan yang lalu. - Lebih banyak pilihan instrumen dan cara investasi/trading
Di dalam pasar saham Amerika lebih banyak pilihan instrumen dalam berinvestasi misalnya ETF. Sebagian orang melakukan option trading untuk melindungi portofolio mereka. - Diversifikasi portofolio
Satuan terkecil membeli saham Amerika adalah 1 lembar. Tidak seperti di Indonesia yang satuan terkecilnya adalah 1 lot yang artinya 100 lembar. Dengan ini anda lebih mudah untuk mendiversifikasi portofolio anda.

Segala sesuatu tidak ada yang sempurna. Pasar saham Amerika juga memiliki kerugian.
- Tidak ada batas atas dan batas bawah atau lebih dikenal dengan auto rejection di pasar Amerika.
Tidak adanya auto rejection menyebabkan dalam sehari sebuah saham bergerak naik dan turun tanpa batas. - Volatilitas tinggi.
Volatilitas tinggi jika tidak diiringi dengan psikologi yang baik bisa menyebabkan mental investor lemah dan melakukan keputusan yang salah.



